untuk ayah
ketika semuanya berubah ,hati ini sangat sulit untuk menerimanya...
resah...gelisah...gundah...
itulah yang selalu ada dan setia bersama hari hariku...
hari yang begitu sempit untuk ku...
sampai akhirnya aku bisa kembali seperti dulu menerima keadaan itu
dengan kata lain aku bahagia hidup seperti ini
memerani skenario illahi..ku habiskan hidupku dengan penuh canda tawa dan seulas senyuman yang ku beri untuk dunia...
tapi kini,semuanya telah sirna ,kau rebut kebahagian aku karena sesuatu..
ingin rasanya ku katakan pada dunia bahwa kau lebih dari setan yang tak bermuka...
tapi aku sadar malaikatku bahagia hidup bersamamu,ayah....
ku relakan semuanya hanya untuk ayah..
Komentar
Posting Komentar