Kelam
berjalan menelusuri lorong waktu yang kecil
membayangkan masa lalu yang kelam
setiap hembusan yang mengiringi langkahku,
dunia bagai merengkuh
ku bertanya pada yang menyaksikan
siapakah aku?
tak di harapkan jawaban pun tak terdengar
sepi...sunyi yang setia menemani ,menemani hari hariku yang kelam
semilir angin mengusap wajahku dengan lembut
menyibak rambut lurusku dan berlalu lalang
menembus rusuk ini
jiwaku begitu gemeretak
ingin rasanya ku hentikan waktu yang kejam
berteriak, walau hanya gema yang menjawab
berteriak,mengeluarkan keluh asa dan beban beban
siapakah aku?
hidup yang menjajikan bahagia,
tapi tidak untukku
bagiku aku hidup sebatang kara,
yang tak tau arah asalnya
kejadian itu telah merengut kebahagianku
tinta hitam yang menari di atas lembaran suci ini
akan menjadi bukti kelam
bagus......
BalasHapusmakasih
BalasHapus