#cerbung

Sahabat

Horeeeeeeee………..teriakan dan tepuk tangan anak anak memecahkan di setiap sudut sekolah, suatu kebahagian pada saat itu karena kami mendapat kabar bahwa kami lulus 100%. “Hey ,kita lulus semua? ,seeorang bergumam membisiku.” Haha iya ris,kita lulus ,kita lu lussssssss ris….jawabku memeluk dia dengan penuh girang,oiya Lisa mana ya? Dari tadi aku nggak liat dia di aula?” mungkin dia lagi ke kantin kali Ia,soalnya tadi dia sama si Sari pergi ke bawah.” Oh,yaudah makasih ya ris, aku pergi dulu mau nyari Lisa, nanti kalau ada pengumuman tambahan kabari aku secepatnya,ok?makasih,aku berlalu meninggalkan Risna di forum yang ramai. Yah aula, aula adalah salah satu forum untuk acara penting, seperti  sekarang ini ,pengumuman kelulusan.”
Perpisahan tinggal beberapa hari lagi,rasa senang dan sedih mulai berlomba menyelimuti hati. Harapan kami untuk menggapai cita cita tinggal beberapa langkah , sebentar lagi seragam putih biru akan terlepas,dan tergantikan dengan seragam putih abu abu. Tapi itu artinya kami dengan cepat akan berpisah. “Lisa, aku pasti bakal kangen sama kamu,apalagi di skolah baru mu yang di sana kamu gak bawa ponsel Lis?” ujarkku. “tenang aja Tia ,kan ada jejaring social,kita bisa kan komunikasian lewat itu.” Dengan tenang dia menjawab seperti itu.”' Iya iya Lis,tapi kamu janji kan,nggak bakal lupain aku?” ciye ,yang takut di lupain sama akunya ,ahaha ,tenang aja Tia, sampai kapan pun kamu ,aku, kita sahabat :) jarak bukanlah suatu penghalang,oke? ujar Lisa dengan senyum yang selalu aku nanti. Aku dan Lisa sudah bersahabat sejak duduk di bangku kelas dua SMP,saat itu kami mulai dekat hingga sekarang.
Perpisahan sudah lewat sekitar satu bulan yang lalu, tetapi rasanya ,masa masa waktu SMP masih belum bisa terlupakan, seragam putih abu abu yang aku kenakan sangatlah asing dan tidak nyaman bagi aku, dengan seiringnya wakttu, hal ini sudah biasa , aku mulai belajar menjadi anak SMA ,bukan SMP lagi. Di sekolah aku mengikuti ekstra hanya dua, jurnalistik dan basket. "Tia sekarang kamu mau latihan basket gak?" tanya Rahma teman sekelasku dan se ekstra pula." Kayaknya mau deh,soalnya sekarang kan ada sekolah lain yang ngajak tanding sama tim kita." jawabku. Pertandingan mulai berlangsung dari pukul 4 sore hingga pukul 6.

"Tia, main kamu bagus,nih minum buat kamu." seseorang datang menghampiriku dengan mengulurkan tangannya yang menggenggam sebotol aqua mineral. Oh, makasih pujiannya,dan makasih tawarannya,berusaha aku menolak tawarannyaya, tetapi,apadaya, dia memaksaku, untuk menerima pemberiannya.
Aku,Rahmah dan Tina pulang barengan, karena kebetulan jalur kami sama, jalur angkot B31. Tetapi , angkot itu tidak menghantarkan kami ke depan rumah masing masing, tetapi kami harus berjalan kaki dengan tempuhan sekitar 15 menit. Sesampai di rumah , langsung ku sambar handuk yang ku gantung di belakang pintu kamar, buru buru aku mandi karena waktu magrib terbatas.

"Asslamualaikum", suara salam dari luar, dan sepertinya aku mengenal suara itu,iya waalaikumssalam, ku jawab sembari membuka daun pintu.
ternyata dia paman aku, "ada apa ya mang? malem malem gini? ucapku, membuka percakaapan.
"Tadi ada temen neng Tia dateng, dari pukul 2 siang,nunggu neng Tia nya pulang."
"hah?sungguhkah? siapa mang?"
"namanya Lisa dari sekolahan Darussalam,katanya lagi pengen ketemu neng Tia,orangnya kayak lagi dapet masalah neng, di tanya malah diem aja,di suruh masuk di nya tidak mau."
Setelah paman ku menceritakan semua, suara ponsel berdering . "hah? mamahnya Lisa,ngapain ya?"aku terenyak kaget ketika ibunya bilang kalau Lisa kabur dari ponpes (pondok pesantren) dan sampai sekarang dia belum kembali , begitu jelasnya. Malam ini aku harus mencari Lisa,aku takut terjadi apa apa terhadap dia, jangankan pergi malam sendiri seperti ini, naik angkot pun dia tidak kuasa,ya Alloh, beri aku petunjuk. Ku cari di setiap pusat perbelanjaan dan reestoran restoran tetapi hasilnya teteap saja nihil,semua pada menghubungiku. Kakaknya,ibunya, sanak sodaanya, teman teman nya, bahkan pengurus ponpesnya pun menghuhubungiku. Apalagi mantan pacarnya ,dia malah dateng ke rumahku dan meminta uang kalau ingin Lisa ketemu?

Komentar

  1. Ini tuh ngakak aslian. Cerita aku pertama kali masuk SMA :( dan baru belajar nulis. Tapi sampai sekarang engga di terusin kan. Ini cerita asliii bangett.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini