Surat Cinta Untuk Orangtua
Bukan bermaksud membandingkan nasib. membongkar aib, atau mencemarkan nama baik. Hanya merasa bersyukur kalau saya bukan satu2nya orang yang merasakan kecewa terhadap orangtua terlebihnya ayah sendiri. Kenyataan hidup yang begitu keras kadang membuat diri merasa lelah dan seolah ingin menyerah. sekedar ingin berbagi kisah :( merasa lagi ada di masa kritis kesehatan mental. Ayah nikah udah 4x. Bahkan dari saya bayi ayah sama mamah udah cerai. Jika menikah karena mencari kesempurnaan itu gaakan habisnya, ketika menemukan kekurangan dia pasti cerai meningglkan dan menikah lagi demi menutupi kekurangan pasangan sebelumnya. yang kena cap jelek pasti anak lagi, apalagi aku anak perempuan. Sekarang yang jadi korban adalah anak karena keegoisan orangtua.
Bisa di bayangkan ayah membenci mamah, mamah membenci ayah. aku sebagai anak terpojokan ,dari kecil di siksa sama ayah sendiri, merasa terlantar. Saya seorang gadis kecil yang menjadi korban akibat keegoisan orangtua. Saya dirawat oleh seorang nenek sampai kelas 4 SD di CIlacap Jawa Tengah. setelah itu nenek wafat. saya dijemput oleh ayah ke Ciamis. tidak berlangsung lama, hanya kurang lebih 2 tahun saya tinggal bersama ayah. Ayah punya masalah dengan ibu angkat akhirnya saya disuruh pergi dari rumah itu oleh ayah. singkat cerita ayah sangat membenci sebut saja namanya Mamski. Padahal mamski baik banget sama atin, tapi balik lagi ke awal, jika mencari pasangan karena mencari kesempurnaan maka ujungnya akan pisah. saya di pondokan. tapi saya di lantarkan. inilah awal perjalanan pahit yang susah dilupakan. Setiap minta uang mingguan saya harus menerima siksaan dan kata2 kasar oleh ayah sendiri. Pulang sekolah harus mencari2 ayah ke tampat pemancingan. Sedih jika dibayangkan anak gadis ditampar oleh ayahnya sendiri hanya untuk minta uang buat bekel sekolah. Bingung harus sama siapa lagi minta pertolongan. Saya bertahan sampai lulus SMP, dan masuk SMA ketika saya mau UAS persyaratannya harus lunas membayar SPP, di sana saya bingung harus ke siapa meminta pertolongan. Jangan bertanya mamah kandung di mana, dia sudah menikah lagi dan memiliki kehidupan baru lagi. saya juga belum berani ke cilacap sendirian untuk menemuinya. akhirnya saya minta pertolongan mamski (ibu angkat) dan itu membuat saya menetap bersamanya.
singkat cerita, saya lulus SMA langsung pergi ke Bogor untuk bekerja sambil kuliah, Maha Baik Allah yang selalu menolong hambaNya. sangat amat bersyukur , saya berada di titik ini sekarang. Tapi permasalahannya saya akan menikah tapi dipersulit oleh kedua orangtua. ayah ingin saya menikah di kampung dia, mamah kandung ingin saya menikah di kampung dia. dan saya juga menghargai mamski ibu angkat saya yang sudah membiayi sekolah saya dan merawat saya kala itu. di sana saya menemukan titik tengah untuk menyewa tempat penginapan. jadi nikahnya ditengah2. niat baik saya hanya untuk menghargai mereka sebagai orangtua saya yang sudah berpengaruh terhdap hidup saya. bagimanapun mereka orangtua saya. meskipun saya mandiri sampai detik ini, tidak sedikitpun saya memiliki dendam kepada mereka. saya hanya meminta doa kalian , dukungan kalian. saya tidak meminnta uang kalian, saya hanya ingin kalian memberi dukungan terhdap langkah dan cita2 saya. bukan memojokan saya yang katanya tidak menghargai kalian sebagai orangtua.
kalau itu yang kalian pikirkan, coba jawab, kalian ke mana ketika saya masih kecil dan membutuhkan banyak biaya? kalian ke mana ketika saya sakit? kenapa saya di siksa dan tidak dianggap anak? kenapa ayah begitu vulgar bilang kalau saya sudah tidak dianggap anak, kenapa kalian tidak mencari saya? tolong lihat perasaan saya sebagai anak. terus sekarang ketika saya sudah seperti sekarang, kalian saling memperebutkan. saya harus mengikuti ego kalian. saya hanya ingin membuka lembaran baru, melupakan masa lalu. saya mohon saya berjuang keras untuk mengangkat derajat kalian. saya hanya meminta doa dan dukungan kalian.
salam hangat
anakmu
Komentar
Posting Komentar